Jumat, 02 Agustus 2013

Still Believe

Perjalanan sunyi...
Dalam penantian yang tak pasti..
Sebuah kisah yang (sepertinya) tidak akan pernah selesai, tidak pasti dimana ujungnya.
dan hanya oleh kasihMu aku mampu bertahan, bersabar untuk sebuah jawaban, menepis segala kuatir, mempertahankan pengharapan bahwa tidak ada yang tidak mungkin bagiMU.

"Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus." Filipi 1:6


Suatu sore menjelang malam, ditemani lagu I Still Believe in Miracle (Sidney Mohede)

Rabu, 31 Juli 2013

Sisa Kenangan

Udah akhir Juli, yah…akhir-akhir ini ada cukup waktu luang buat duduk tenang menyalakan laptop namun justru mood buat menulis sama sekali nggak ada. Kali ini juga sekedar iseng nulis tentang memori indah masa remaja yang sudah nggak mungkin kembali lagi.
Kemaren sore pas cuaca sedang cerah dan gak sedang ngurus ini itu *soksibuk* aku pergi jalan-jalan bersama si adekku. Jalan-jalan yang beneran jalan alias gak bawa motor, udah niat banget berangkat jalan kaki dari rumah sampai ke Gramedia, muter-muter pusat perbelanjaan, sampai pulang lagi. Sewaktu berangkat kita ambil rute yang melewati sekolahan SD dan SMP kita dulu. Terakhir mengenyam pendidikan disana itu tahun 2001an jadi udah 12 tahun berlalu. Hmmm. Beberapa memori masa sekolah yang nancep di hati sampai sekarang,

Di sekolah waktu SD jajanannya kerupuk bulat warna putih, kadang tempe goreng yang dimakan pake sambal, bukan saos sambal botolan tapi sambal uleg yang sebenarnya dipake untuk nasi rawon :p dan kantin sekolahnya di deket kamar mandi. Kok doyan yah waktu itu?untung gak lama kemudian kantinnya dipindah ditempat yang lebih layak. *muka pucat*. Berhubung jaman itu uang saku terbatas, selain jajan kerupuk biasanya sengaja gak jajan apapun pas disekolah karena pengen beli jeli sachetan yang dibekukan di warung. Semacam jajanan elit pada masa sekolah. wkwkwk
Hal yang dilakukan waktu istirahat, jaman SD : main bentengan, bola bekel, petak umpet, kartu kuartet, dakonan pake biji ato kerikil ; jaman SMP : ngerumpi, ngegosipin cowok-cowok *halah*, nyari buku bacaan di perpustakaan.
Langganan disuruh nulis di papan, dampaknya justru sering ketinggalan catatan karena begitu dirumah males nyalin catatan dibuku.
Pernah ngikut lomba Cerdas Cermat Alkitab tingkat SMP se-Malang dan Puji Tuhan setelah belajar siang malam tanpa henti, dengan mencucurkan keringat akhirnya menang juara 3.
SMP, masa-masa paling aktif di komunitas rohani (sampai SMA). Rajin ikut persekutuan remaja di gereja sebelah sekolah, dan pernah suatu ketika persekutuan di rumah seorang teman ada kejadian unik kitanya lagi kebaktian didalam,sandal/sepatu sandal yang ditaruh luar raib begitu saja diambil pencuri alhasil sekitar tujuh orang pulang dengan nyeker. Rindu masa-masa punya komunitas seperti dulu. Rindu kalian semua, guys^^
HP masih jadi barang amat sangat mewah dan belum semua orang punya telepon rumah, jadilah lebih banyak curhat ke sahabat lewat surat. Bisa nulis sampai berlembar-lembar folio, entah apa aja yang diomongin. Sekarang nulis besok pagi ketemu disekolah diberikan, gantian besok nunggu balesannya. Gitu terus setiap hari, sempat dikumpulin sih surat aku dan nona F bisa sampai satu kresek agak besar, sekarang udah dibuangin semua, seingatku isinya kalo dibaca sekarang pasti GJ dan  bikin ngakak.
Masa-masa mulai merasakan cinta monyet, masih lugu tapi sok dewasa akhirnya justru di akali sahabat sendiri (dianya baru ngakuin kebohongan masa lalunya pas SMA).
Sering banget nangis, melankolis tingkat parah kadang tanpa alas an alias galau, hahaa.Puji Tuhan, sekarang udah banyak diproses Tuhan supaya gak seperti itu lagi.

Sebagian besar memori masa remaja udah hilang sih, tertumpuk oleh memori-memori baru akhirnya pudar gitu aja. Seenggaknya ini,.. secuil dokumentasi yang tersisa dari masa lalu itu.


Sabtu, 22 Juni 2013

Meaningful Life #1

Minggu ini aku sedang mengikuti pelatihan selama empat hari yang diadakan di sebuah Rumah Sakit.  Dari H-7 pelatihan udah merasa agak gimana gitu (baca : males) buat ikut pelatihan ini, dikarenakan tidak ada gambaran sedikitpun soal materi pelatihannya…tapi tetap akhirnya berangkat juga. Hehee. Pelatihan ini berhubungan dengan dunia kesehatan gitu, tapi buat aku pribadi pembelajaran yang aku dapat bukan hanya itu, pelatihan ini menyentuh hatiku yang terdalam *hiperbola* karena panjang, jadi aku tulis jadi beberapa postingan aja yach ^^
Sekarang  mau nulis tentang ini dulu deh,
Hari 1, sambil nunggu pematerinya datang diputarlah sebuah lagu oleh pihak panitia, daann yang diputer adalah lagu JanjiMu Seperti Fajar-Franky Sihombing. Surprise. Nggak nyangka akan diputarkan lagu-lagu rohani, karena emang Rumah Sakit ini notabene rumah sakit yang berlandaskan Kasih Kritus.
Di bagian lagu itu kan ada lirik yang seperti ini,
JanjiMu sperti fajar pagi hari, yang tiada pernah terlambat bersinar.
 Versi dalam hatiku Tuhan kayaknya ngomong begini,
“JanjiKu untukmu seperti sinar matahari, nggak akan terlambat bersinar. Lihatlah keluar sana, hari yang mendung bukan? tapi tak akan lama matahari pasti akan bersinar.”
Langsung dah mata berkaca-kaca, mendadak merasa betapa specialnya aku dihadapan Tuhan dan betapa mengherankan cara Tuhan untuk menyampaikan sesuatu ke anak-anakNya. Anehnya habis lagu ini, nggak ada lagu lain yang diputar hanya selingan instrumental aja. Haha.  Begitu momen takjub dan heranku berakhir, aku ngelihat ke luar jendela..mencoba menerka kapan matahari akan muncul? sepertinya ditengah mendung yang makin menghitam dan rinai hujan yang jatuh semakin deras tidak ada kesempatan untuk matahari muncul dan aku mengalihkan fokus pada materi yang disampaikan, bukan lagi pada hujan dan penantian matahari. Pelatihan selesai sekitar setengah empat sore dan surprise (lagi) diluar sana langit berubah warna jadi putih bersih, plus matahari bersinar hangat. Tepat seperti yang Tuhan katakan tadi.
Di perjalanan pulang aku merenung, masih dengan sisa keheranan. Bagiku yang sedang mengalami fase “gelap” dengan alasan satu dan lain hal *halah* ini semacam peneguhan yang berarti banget. Seperti mendapat pencerahan dan suplai iman yang baru untuk tetap bertahan dalam proses ini sampai garis akhir. Meskipun matahari tidak bersinar di pagi itu, dia datang dengan kehangatan yang berbeda di sore harinya..seperti itulah masa ini, meski jawaban dan pertolongan belum datang hari ini, besok, atau lusa bisa jadi jawaban yang aku nanti bisa tiba sewaktu-waktu dengan cara berbeda pula (diluar antisipasi pribadi) dengan keindahan yang tidak terduga, tentang kapan waktunya itu rahasia Tuhan. :D

Bersambung..