Hai teman
kecilku…
Aku yakin kamu
tidak mengenal siapa aku, sama seperti aku tidak mengetahui namamu.
Aneh bukan?
padahal kita tinggal di daerah yang sama.
Dan aku lebih
yakin lagi jika kamu sama sekali tidak menyadari bahwa selama beberapa menit
perhatianku hanya tertuju kepadamu, seorang gadis dengan kaos dan celana
berwarna pink, lengkap dengan sebuah bando yang juga berwarna pink (^.^)a.
Kamu tentunya
masih bingung dimana tepatnya kita bertemu?
Baiklah..akan ku
beritahu. Kemarin di tempat mangkal si mas penjual bakso—disitulah kita pertama
bertemu.
Aku masih ingat
benar, kamu datang dengan menggenggam beberapa lembar uang ribuan tanpa
ba..bi..bu..tiba-tiba berdiri tepat di samping si mas penjual bakso melayani
pembeli (padahal semua pembeli lainnya berdiri di depan gerobak bakso).
“ Awas ada
rokok.” ingat si mas kepadamu karena badanmu yang menempel terlalu dekat ke
gerobak dimana si mas meletakkan batang rokok yang dibiarkan menyala karena
ditinggal melayani pembeli.
Dan aku
terperangah dengan reaksimu,
Bukannya menjauh
dan mengambil jarak aman kamu justru bertingkah agak kelewatan (setidaknya
menurutku secara pribadi). Gerak tanganmu dengan manjanya memukul-mukul pelan si
mas penjual bakso sambil sesekali menarik pakaiannya. Lalu berkomentarlah mas
penjual bakso dengan bahasa jawa, “ Sek cilik ae tingkahmu koyok ngene, pinter
ngerayu opo maneh gedene?!?!” (masih kecil saja kamu sudah berani bersikap
seperti ini (notabene bukan kepada orang yang dia kenal dekat) apalagi ketika
kamu besar?”)
Dan kamu yang
mendengar komentar itu bukannya merasa malu, malahan menunjukkan ekspresi
kegirangan. Sepertinya kamu merasa senang karena berhasil mendapatkan perhatian
dari seseorang).
Hai teman
kecilku...aku rasa belum waktunya bagimu bersikap seperti itu?
Menjadi dewasa sebelum waktunya....
Nikmatilah waktumu sebagaimana adanya, menjadi anak-anak yang menikmati
dunia masa kecilnya yang indah....tanpa sibuk melakoni peran menjadi seorang
dewasa dengan cara yang salah kaprah.
0 komentar :
Posting Komentar